Sedekah karena mimpi atau mimpi karena sedekah? Sedekah untuk mimpi atau mimpi untuk sedekah?
Dari semua buku yang pernah aku baca dan dengan melihat realitas yang ada, ajaibnya dan subhanallah semua itu terjadi. Dengan sedekah, rejeki akan mengalir terus menerus, dengan sedekah menghilangkan kita dari kesakitan, dengan sedekah akan dijauhkan dari musibah dan selalu diridhoi Allah jalan sukses dan jalan kebahagiannya. Insya Allah.
Di dalam travel bermobilkan yang aku tumpangi beberapa waktu lalu, perjalanan Surabaya-Malang hanya ditemani denga seorang supir travel di jok depan yang bisa aku rasakan semacam supir pribadi buatku membuatku merenungkan dan memimpikn hal baru.
Tiba-tiba aku teringat orang-orang di pedesaan dan pedalaman, khususnya warga-warga beragama muslim, yang rata-rata notabene adalah muslim yang sangat banget-banget taat sama ajaran agama Islam, dan ga pernah meninggalkan sholatnya, mereka malah sholat di lahan dekat rumahnya, di halaman rumahnya, bahkan di ruangan tempat tinggalnya yang hanya sebatas dan seluas kamar mandi.
Gak malukah kita sama mereka yang seperti itu?
Tiba-tiba aku membayangkan sebuah Masjid dengan ukuran yang bisa menampung semua orang yang tinggal di desanya. Sungguh indah rasanya. Membagikan hal yang benar-benar dibutuhkan, membuat orang lain tersenyum, dan membawa manfaat yang besar bagi orang banyak. Subhanallah.
Mereka tak akan bersesak-sesak lagi sujud di lantai yang hanya sepetak itu, mereka akan melaksanakan sholat berjamaah. bersilahturahmi dalam rumah Allah. Andaikan dengan masjid, kebahagiaan tak kunjung berakhir, dan mendatangkan banyak rejeki, bukan seperti kita sekarang yang hanya bertetangga dengan rumah Allah tapi sangat enggan menapakkan kaki disana. Sedekah untuk mewujudkan mimpi atau bermimpi untuk bersedekah, hal yang mempunyai hubungan yang kuat, dimana ia bisa dijadikan dan menjadikan. Membawa kebahagiaan dengan menghapus keraguan antar sesama .
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 September 2012
Minggu, 29 Juli 2012
ibadah tambah keyakinan
*kilas balik
minggu lalu seseorang yang kurang lebih sangat penting bagi hidupku sekarang menceritaka tentang pengalaman hidupnya. Beliau ini adalah panutanku selain orang tuaku.
Jadi beliau bercerita....
" Keluarga saya itu rata-rata semua adalah banker, tapi saya memutuskan buat jadi dosen. Saya satun-satunya yang jadi dosen dalam keluarga saya. Kenapa dosen ? karena dengan menjadi dosen saya bisa merasakan bebas. Sedangkan untuk jadi banker, yang dikorbankan adalah waktu, kerja dr siang sampe malem. Saya ini suka bebas, bahkan isteri saya kadang gatau apa mau saya, karena kadang saya ingin itu, kadang ingin ini. Pokonya bebas. Saya juga punya waktu buat anak-anak saya kalo mereka butuh saya. Saya pernah rugi ditipu orang sampe 1milyar , yang saya katakan saya bisa membayarnya, padahal sebenanya gatau mau dibayar pake apa, pokonya saya yakin saja saya pasti dapat uang. Yang saya lakukan cuman berdoa, sholat malem. Yang penting saya yakin, gatau gimana caranya. Selang beberapa hari, ada temen saya yang nawarin saya proyek, bangun sistem di bank syariah yang jika deal disetujui harganya 120juta rupiah. Yang sya lakukan cuma fokus dalam beberapa hari mengerjakan proyek tersebut, dan hasilnya adalah sebendel kertas proposal penelitian. Kedua, saya cuma bondo presentasi, dan akhirnya disetujui. Selanjutnya juga pembuatan sistem di sebuah rumah sakit. Begitulah. Yang saya lakukan dan yakini adalah sekolah dan terus sekolah, dengan sekolah, ilmu itu ada, dan kamu dibutuhkan. Tumbuh di lingkungan keluarga yang kuat agamanya juga membantu sekali, yang penting jangan putus ibadah. Dan yang penting juga keyakinan, kalau yakin insya allah pasti bisa".
Sebenernya yang aku tulis diatas ga semua mirip sama apa yang beliau ceritakan, faktor penyakit pelupaku ini yang bikin ga bisa cerita dengan detail. Tapi kurang lebih isi dan intinya ya itu. Itu pelajaran yang berarti sekali buat aku. Karena di lain sisi aku juga percaya sama Dia Yang Maha Kuasa, Maha Penyayang dan Maha Besar.
Dimana ada keyakinan, disitulah ada jalan. Dimana ada keyakinan, kenyataannya akan datang kepadamu.
Jadi, kalo kalian punya mimpi, pake aja rumus ...
minggu lalu seseorang yang kurang lebih sangat penting bagi hidupku sekarang menceritaka tentang pengalaman hidupnya. Beliau ini adalah panutanku selain orang tuaku.
Jadi beliau bercerita....
" Keluarga saya itu rata-rata semua adalah banker, tapi saya memutuskan buat jadi dosen. Saya satun-satunya yang jadi dosen dalam keluarga saya. Kenapa dosen ? karena dengan menjadi dosen saya bisa merasakan bebas. Sedangkan untuk jadi banker, yang dikorbankan adalah waktu, kerja dr siang sampe malem. Saya ini suka bebas, bahkan isteri saya kadang gatau apa mau saya, karena kadang saya ingin itu, kadang ingin ini. Pokonya bebas. Saya juga punya waktu buat anak-anak saya kalo mereka butuh saya. Saya pernah rugi ditipu orang sampe 1milyar , yang saya katakan saya bisa membayarnya, padahal sebenanya gatau mau dibayar pake apa, pokonya saya yakin saja saya pasti dapat uang. Yang saya lakukan cuman berdoa, sholat malem. Yang penting saya yakin, gatau gimana caranya. Selang beberapa hari, ada temen saya yang nawarin saya proyek, bangun sistem di bank syariah yang jika deal disetujui harganya 120juta rupiah. Yang sya lakukan cuma fokus dalam beberapa hari mengerjakan proyek tersebut, dan hasilnya adalah sebendel kertas proposal penelitian. Kedua, saya cuma bondo presentasi, dan akhirnya disetujui. Selanjutnya juga pembuatan sistem di sebuah rumah sakit. Begitulah. Yang saya lakukan dan yakini adalah sekolah dan terus sekolah, dengan sekolah, ilmu itu ada, dan kamu dibutuhkan. Tumbuh di lingkungan keluarga yang kuat agamanya juga membantu sekali, yang penting jangan putus ibadah. Dan yang penting juga keyakinan, kalau yakin insya allah pasti bisa".
Sebenernya yang aku tulis diatas ga semua mirip sama apa yang beliau ceritakan, faktor penyakit pelupaku ini yang bikin ga bisa cerita dengan detail. Tapi kurang lebih isi dan intinya ya itu. Itu pelajaran yang berarti sekali buat aku. Karena di lain sisi aku juga percaya sama Dia Yang Maha Kuasa, Maha Penyayang dan Maha Besar.
Dimana ada keyakinan, disitulah ada jalan. Dimana ada keyakinan, kenyataannya akan datang kepadamu.
Jadi, kalo kalian punya mimpi, pake aja rumus ...
"IBADAH + KEYAKINAN = KENYATAAN"
Langganan:
Postingan (Atom)